- Benang Wol
- Pom-pom
- Kain flanel
- Cutter, gunting, dan lem
- Jarum dan benang Jahit
Boneka Beruang dari Benang Wol
Keranjang Kertas dari Koran
Banyak yang ngga nyangka kalau keranjang di atas
dibuat dari koran bekas...Yup! Ini terbuat dari
kertas koran bekas.
Nah, saatnya berkreasi. Kali ini pengen ngebuat keranjang yang berbentuk oval. Untuk membuat 1 keranjang seperti gambar di atas, dibutuhkan 25 - 35 gulungan koran. Jadi, kita buat dulu gulungan korannya....
Nah, saatnya berkreasi. Kali ini pengen ngebuat keranjang yang berbentuk oval. Untuk membuat 1 keranjang seperti gambar di atas, dibutuhkan 25 - 35 gulungan koran. Jadi, kita buat dulu gulungan korannya....
Aliran atau Gaya Dalam Seni Rupa
Aliran atau gaya dalam seni rupa dibedakan berdasarkan prinsip pembuatannya. Kemunculan suatu gaya atau kreativitas dalam rangka mendapatkan keunikan bisa relatif bersamaan atau meneruskan gaya sebelumnya secara selaras atau bertentangan. Seorang seniman seni rupa dalam proses perkembangannya bisa saja berkreasi lebih dari satu gaya.
Aliran atau gaya dalam seni rupa yaitu:
Gelang Persahabatan (Pola Diagonal Sederhana)
Siapkan 5 helai benang dengan warna berbeda (misalnya putih, coklat tua, jingga, coklat muda, dan hitam) masing-masing sepanjang 100 cm. Jajarkan benang dari kiri ke kanan dengan urutan warna yang Anda inginkan (misalnya putih, jingga, coklat muda, coklat tua, hitam), lalu tempelkan pada meja dengan selotip. Sisakan bagian ujungnya kira-kira 15 cm.
- Ikatkan benang putih (paling kiri) ke kanan dengan 4x simpul kanan-kanan.
- Lakukan hal yang sama dengan benang jingga, coklat muda, coklat tua, dan hitam).
- Ulangi lagi baris per baris hingga anda memperoleh panjang gelang yang Anda inginkan.
- Setelah selesai, kepang sisa benang pada kedua ujung gelang
![]() |
| Rasmi X6 Tahun 2011 |
NB:
Mohon maaf gambar petunjuknya belum dilengkapi!
Keindahan Menurut Pandangan Umum
Pada umumnya ungkapan mengenai keindahan di dalam kenyataan sehari-hari, baik dinyatakan sendiri maupun yang didengarkan dari orang lain, ditujukan kepada sesuatu yang menimbulkan rasa senang, rasa puas, rasa nyaman, atau rasa bahagia di dalam jiwa pada saat kita mengalaminya. Ada bermacam-macam hal yang biasa menimbulkan perasaan seperti itu, yang secara umum dapat dibedakan atas dua golongan. Pertama, hal yang sifatnya alami seperti akibat peristiwa alam (misalnya bentuk awan, warna langit, matahari terbenam, suara atau kejaran ombak, suara air mengalir, stlatnik, dan lain-lain) dan bentuk makhluk ciptaan Tuhan (misalnya kuda, burung, ikan, kembang, pohon, tubuh manusia dan lain-lain). Kedua, hal yang merupakan hasil olahan atau karya manusia, seprti bentuk bangunan, bentuk kendaraan, bentuk peralatan rumah tangga, lukisan, patung, ukiran, nyanyian, musik, tarian, dan lain-lain). Pada umumnya objek-objek yang menimbulkan rasa senang, rasa puas, rasa nyaman atau bahagia itulah kemudian disebut sebagai hal yang indah. Hal-hal indah yang sifatnya alami disebut "keindahan alam", sedangkan hal-hal indah yang merupakan karya atau hasil olahan manusia disebut "keindahan seni".
Keindahan Menurut Pandangan Timur
Pembahasan keindahan menurut pandangan di Timur dilakukan berdasarkan kebudayaan tertua yang dipandang paling mendominasi perkembangan peradaban Timur di masa lalu. Ada tiga kebudayaan tertua dan membawa pengaruh luas terhadap perkembangan kebudayaan, termasuk falsafah tentang keindahan di belahan bumi bagian timur, yaitu Cina, Timur Tengah (Islam), dan India.
Pandangan Keindahan di Cina
Bangsa Cina di dalam peradabannya menganut kepercayaan bernama Tao yang dianggap sumber dari nilai-nilai kehidupan. Secara harfiah Tao berarti jalan atau marga. Ada pula yang mengartikan Tao sebagai sinar terang dan sumber dari segala sumber yang ada. Bagi bangsa Cina, manusia dianggap sempurna apabila hidupnya diterangi oleh Tao. Tao adalah kemutlakan, sesuatu yang memberikan keberadaan, kehidupan, dan kedamaian. Kepercayaan inilah yang menjadi salah satu landasan estetika Cina. Barang-barang buatan manusia dianggap indah apabila dinafasi oleh Tao.
Keindahan Menurut Pandangan Barat
Di dalam sejarah perkembangan estetika di Barat, cukup banyak tercatat filosof terkemuka yang telah memberikan pandangannya tentang keindahan. Berbagai pandangan filosof Barat tentang keindahan lahir sejak zaman Yunani Kuno hingga pada zaman modern dewasa ini. Beberapa pandangan di antara filosof Barat tersebut diuraikan berikut ini.
Pandangan Tentang Keindahan
Setiap orang punya pengalaman serta tanggapan terhadap sesuatu yang disebut sebagai hal yang indah. Pengalaman serta tanggapan setiap orang bersifat relatif menyebabkan timbulnya berbagai pandangan tentang keindahan. Perbedaan pandangan itulah yang melahirkan bermacam-macam konsep tentang keindahan.
Estetika
Pengertian Estetika
- Pengertian estetika menurut asal katanya (etimologis)
Istilah Estetika di dalam Bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata Aesthetica, yaitu sebuah istilah yang pertama kali digunakan oleh seorang filosof Jerman bernama Alexander Gottheb Baumgarten (1714-1762) sebagai judul sebuah buku karangannya yang berisi uraian tentang seni dan keindahan. Istilah itu digunakan oleh Baumgarten untuk menunjukkan sebuah cabang filsafat yang membahas seni dan keindahan. Istilah Aesthetica sendiri berasal dari kata Yunani: "aisthetika yang berarti hal-hal yang dapat diserap dengan panca indera; dan aisthesis yang berarti pencerapan indera (sense perception)". Pengertian istilah aisthesis ini terdapat beberapa macam. Selain yang disebutkan tadi, ada pula mengartikan perasaan atau sensitivitas; dan ada yang mengartikan pencerapan, persepsi, pengalaman, perasaan, atau pandangan. Istilah Aesthetica yang digunakan Baumgarten di dalam Bahasa Inggris disebut aesthetic atau esthetic yang kemudian menggantikan istilah filsafat, teori, atau ilmu tentang keindahan/cita rasa/ seni.
Perspektif Tiga Titik Hilang
Perspektif dengan 3 titik hilang biasanya hanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, dan tinggi dan secara visual mengalami distorsi yang sangat ekstrem. Biasanya teknik ini dipakai untuk
Perspektif Dua Titik Hilang
Secara teknis, perspektif dengan 2 titik hilang hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik hilang. Pada teknik perspektif 2 titik hilang, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik hilang ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik ini terlalu dekat, penampakan objek gambar benda mengalami distorsi.
Cabang-cabang Seni
Berdasarkan realita yang berkembang di masyarakat, seni digolongkan menjadi 5 cabang yang memiliki kesatuan dan keterkaitan.
Perspektif Satu Titik Hilang
Perspektif
Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar objek-objek berupa benda, ruangan (interior) dan lingkungan (eksterior) yang ukurannya yang lebih besar dari manusia.
Unsur Dasar Seni Rupa
Titik
Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar. Titik dapat dikembangkan menjadi garis dan bidang. Titik merupakan unsur penting dalam seni rupa. Sebagai bukti adalah adanya lukisan bergaya impresif dengan teknik mengkombinasikan berbagai variasi ukuran dan warna titik hingga membentuk suatu kesatuan wujud. Lukisan seperti ini sering disebut beraliran pointilisme.
![]() |
| Karya Georges Seurat |
Pengertian Seni
Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehingga secara mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya.
Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni.
Jenis Kritik Seni
E.B Feldman membedakan jenis kritik seni atas:
Kritik Seni Jurnalistik
Sesuai dengan namanya, kritik seni jenis ini disajikan kepada pembaca surat kabar/koran. Kritik ini kebanyakan ditulis oleh wartawan seni
Fungsi Kritik Seni
Dilihat dari segi fungsinya, kritikus dapat berfungsi tiga, yaitu:
- Kritikus menjadi jembatan komunikasi antara seniman yang selalu dituntut kreativitasnya dan pengamat yang sering mengalami hambatan
Bonsai Kantong Plastik
Bonsai adalah pohon yang ditanam dalam sebuah pot untuk dikerdilkan sebagai tanaman hias. Teknik berkebun dengan mengerdilkan tanaman pertama kali dikembangkan di Jepang, tujuannya adalah untuk mensiasati terbatasnya lahan bercocok tanam. Pertumbuhan tanaman yang dibonsai sengaja dihambat dengan
Wawasan Seni
Seni dan Bukan Seni
Untuk memperoleh pengertian tentang seni mula-mula perlu dibedakan antara segala sesuatu yang termasuk seni dan yang bukan. Kemudian akan diperoleh semacam rumusan atau batasan


