on 1 comment

Jenis Kritik Seni

E.B Feldman membedakan jenis kritik seni atas:
Kritik Seni Jurnalistik
Sesuai dengan namanya, kritik seni jenis ini disajikan kepada pembaca surat kabar/koran. Kritik ini kebanyakan ditulis oleh wartawan seni
dan biasanya tampil sebagai resensi, ulasan atau pemberitaan. Oleh karena itu, Edmund Burke Feldman menegaskan bahwa kritik jurnalistik termasuk kategori berita. Jenis kritik ini, umumnya deskriptif dan menampilkan komentar maupun ulasan yang berkaitan dengan deskripsi. Seperti umumnya penulisan berita, kritik ini berkaitan dengan aktualitas dan juga sebagai berita dengan mengejar dead-line. Karena itu hampir selalu berhubungan dengan suatu peristiwa (pameran, festival atau kegiatan berkesenian lainnya). Dan juga karena mengejar dead-line, menyebabkan kritik seni ini tidak meluas dan mendalam, tetapi justru efektif dan tepat mengingat segmen pembacanya yang heterogen.
Kritik Seni Pedagogik
Kritik seni pedagogik biasanya diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Bertujuan untuk meningkatkan kematangan estetik dan artistik serta mengembangkan bakat peserta didik sehingga memiliki kemampuan mengenali bakat dan potensi pribadinya masing-masing. Dalam kritik seni pedagogik kegiatan pembinaan kritik yang dimaksudkan untuk mendewasakan pengalaman artistik dan pengetahuan estetik para penekun pendidikan seni rupa (khususnya, siswa).
Kritik Seni Ilmiah atau Akademik
Kritik akademik atau biasa disebut kritik ilmiah adalah istilah yang digunakan di Indonesia sebagai sebagai terjemahan dari "Scholary Critism" Feldman. Kritik ini lahir dan berkembang atas dukungan lembaga perguruan tinggi. Kritik ini biasanya melakukan pengkajian nilai seni secara luas, dengan menampilkan data secara tepat, dengan analisa, interpretasi dan penilaian yang bertanggung jawab.
Kritik Seni Populer 
Kritik seni populer biasanya dikerjakan oleh awam atau orang kebanyakan yang tidak pernah mengambil spesialisasi atau tidak mempunyai keahlian dalam bidang seni. Dalam arti kritik ini diperuntukkan bagi konsumsi massa, atau dalam arti kritik dari mereka yang tidak memiliki keahlian yang dipersyaratkan. Dengan demikian, tentu saja hasilnya mempunyai tingkat analisis atau kedalaman yang berbeda-beda, sesuai latar belakang pendidikan dan sensitivitas orang yang mengeritik. Masyarakat akan terus memberikan penilaian kritis, tanpa mempertimbangkan  apakah penilaian mereka tepat atau tidak. Tidak dapat dipungkiri, dalam batas-batas tertentu penilaian mereka kemungkinan sama baiknya dengan kritik para ahli.

1 komentar:

Poskan Komentar